Pengalaman Seleksi PT. Pertamina (Persero)

pertamina
Gedung Utama PT Pertamina (Persero)

Sewaktu kuliah, banyak dari kita masih bingung apa yang akan dilakukan setelah lulus kuliah nanti, namun ada beberapa yang sudah memutuskan, salah satunya saya. Saya memutuskan setelah lulus nanti saya akan bekerja. Yaa bekerja, dan waktu itu masih belum tahu rasa susahnya mencari kerja.

Sebelum lulus saya sudah menjadi job seeker, ya para pejuang pencari kerja. Dari sebelum wisuda saya sudah mulai mendaftar kerja, waktu itu agak milih-milih sih karena ga pengen langsung kerja setelah wisuda, yaa pengen leha-leha beberapa bulan lah (tapi akhirnya kebablasan ūüė¶ ). Namun pada akhirnya depresi sudah, berbagai jenis perusahaan mulai saya daftari. Resume saya pun sudah melayang keberbagai perusahan seperti Engineering, IT, Management Consulting, Manufacturing, Energy, dll . Ada beberapa yang keterima, namun merasa belum cocok. Tapi, kebanyakan sih ditolak pihak perusahaan, wk. Hidup memang keras ya. Keras sekali. Sebenarnya, disaat kita bingung cari kerja, HR Team malah lebih bingung lagi memilih talent yang cocok dengan mereka, lho.

Pada kesempatan ini dan di laman ini saya akan menceritakan pengalaman saya mengikuti seleksi masuk PT. Pertamina (Persero) melalui jalur BPS (Bimbingan Profesi Sarjana), perusahaan dimana saya mengabdi sekarang.

Berikut tahap-tahapan tes/ seleksi yang saya lalui.
1. Cari info dulu gan jangan asal daftar

Pertama kali yang dilakukan oleh seorang job seeker adalah mencari informasi mengenai perusahaan yang akan kita lamar. Waktu itu saya mendatangi booth Pertamina di Job Fair ITB, tanya-tanya penjaga booth nya apakah persyaratan yang diminta Pertamina sesuai dengan kualifikasi kita dan kecocokan posisi yang ditawarkan dengan minta kita. Kalo sudah cocok, yowes lanjut deh ke tahapan berikutnya.

Selain itu, saya juga browsing di forum online mengenai pekerjaan yang dilakukan di Pertamina, gaji berapa, fasilitas, pengembangan karir, dll. Ini harus dilakukan, riset ini akan membantu membuka wawasan kita mengenai perusahaan yang kita daftar, setidaknya tidak blank banget lah.

2. Registrasi

Waktu itu saya registrasi online setelah mendapatkan kode registrasi sewaktu job fair. Namun, pendaftaran juga bisa dilakukan langsung di web, tapi harus nunggu dulu kapan buka lowongan tersebut di web-nya.

Setelah masuk ke laman registrasi, ada banyak data-data yang harus dilengkapi, seperti data diri, pendidikan, ijazah, transkrip, KTP, dan tidak lupa sertifikat TOEFL. Yang paling penting adalah posisi yang dilamar. Karena saya lulusan sarjana, posisi yang saya lamar adalah BPS (Bimbingan Profesi Sarjana), waktu itu ada juga lowongan untuk BPA (Bimbingan Praktis Ahli) yang dikhususkan  untuk lulusan diploma.

Kalo sudah lengkap, yaa ditunggu aja info selanjutnya via email, sambil berdoa dan juga daftar kerja ditempat lain jg. Kan buat berkontribusi untuk ilmu pengetahuan, bangsa, dan negara gak harus Pertamina juga kan, banyak tempat yang lebih cocok lagi.

3. Psikotes

Beberapa minggu setelah mendaftar saya dipanggil untuk melakukan psikotes di Bandung. ga perlu ada persiapan, ga perlu belajar dll. Ya umumnya psikotes dilakukan untuk mengetahui who you really are, siapa sih lo sebenernya, so be yourself, don’t describe yourself as someone you wanna be, but yourself. Jadi tes nya natural saja, siapa tahu kita lah tipe orang yang mereka butuhkan, keunikan kita lah yang dicari oleh perusahaan untuk suatu posisi tertentu.

Enough tentang kesotoy-an saya mengenai psikotes, mari lanjut mengenai apa-apa saya yang saya lakukan di psikotes ini. Tes berupa tes logika, memori, menggambar pohon, menggambar orang, tes koran-koran gitu, tes ngelanjutin gambar, dll. Didalam psikotes ini ada selembaran kuisioner mengenai divisi apa yang kita inginkan nanti.

Sebelum melakukan psikotes alangkah lebih baik kita istirahat dengan cukup, sarapan dipagi hari, dan membawa air minum. Tujuannya apa? Tujuannya akan membuat kita dapat konsentrasi secara maksimal di psikotes ini, apabila konsentrasi kita maksimal, hasilnya pun isnyaAllah akan ikut maksimal juga. ya gak sih. he.
4. English Test

Seminggu-an setelah itu saya diundang untuk melaksanakan tes bahasa inggris di tempat yang sama sewaktu psikotes. Tes bahasa inggris nya dalam bentuk TOEIC. di TOEIC ini, soalnya berupa 100 structure dan 100 soal listening. Kalo ini mau belajar mau engga sih terserah tergantung masing-masing orang, tapi paling gak ya review dikit lah grammar-grammar yang agak lupa, mayan kan ada 100 soal structure.

Nanya gimana tes saya?, seperti biasa saya kadang butuh waktu untuk menjawab soal listening, sehingga kadang ketinggalan beberapa nomor saking ngototnya untuk menjawab soal sebelumnya padahal soalnya sudah berlanjut ke nomor berikutnya saja.

5. Wawancara HR dan User
 

Beberapa minggu setelah tes bahasa inggris, saya diundang untuk melakukan tes wawancara HR dan User di Bandung juga. Nah, disini lah saya mengalami pepatah yang kata orang-orang “kalo jodoh ga bakal kemana“.

Waktu itu saya¬†tidak bisa¬†mengikuti wawancara ini karena ada urusan yang sangat luar biasa yang tidak bisa saya tinggalkan. Sehingga saya memutuskan untuk tidak mengikuti seleksi BPS Pertamina ini. Namun,¬†beberapa minggu kemudian saya memberanikan diri untuk menelpon nomor HR Recruitment yang biasa nelpon ngasih tau kelulusan tes2 sebelumnya, dan menyanyakan apakah masih bisa mengukuti interview lagi.¬†Waktu itu¬†saya mendengar jawaban HR yang memberikan sebongkah harapan, “Oke mas, Anda masih bisa mengikuti wawancara HR dan User minggu depan, itu wawancara terakhir untuk direktorat ini dan tempatnya di Jakarta, nanti saya kirim undangannya”. Mata saya berbinar-binar. Meeen, masih ada kesempatan cuy.

Persiapan brangkat ke ibukota, saya menginap di kosan teman kuliah yang sudah lumayan lama kerja di Jakarta, cukup untuk menenangkan pikiran dan bercengkrama ria. Ok, paginya saya mendatangi kantor pusat Pertamina di jalan Medan Merdeka itu, setelah registrasi, mulai lah saya mengantri untuk di panggil wawancara. Pewawancara pada saat itu ada 2 orang, HR dan User.

Tipikal wawancara HR, pertanyaan-pertanyaannya seputar pribadi, pengalaman, dll, yaa cross check data-data yang telah kita lampirkan di CV yang pernah kita kirimkan. Ini sudah umum ya, semua perusahaan seperti itu wawancara HR nya jadi untuk tips and trick sih banyak banget di internet monggo di googling saja.

Kemudian wawancara User, diwawancara user saya tidak diberikan pertanyaan teknis sama sekali.. Saya hanya disodorkan botol air mineral, dan kemudian beliau mengatakan “Jelaskan ini”, titik, udah itu aja, tidak ada kata2 lagi, panik kan jadinya, namun panik 5 detik doang, sampai akhirnya mengerti minta user seperti apa. setelah itu, pertanyaan2 standar yang mengenai penempatan kerja karena nantinya akan ditempatkan seluruh Indonesia, ya jawab aja mau, gampang kan.. Tapi kalo ditempatin di Tual, atau Biak, atau pulau kecil yang ga keliatan di peta jangan nangis bombay berdarah-darah yaaa.. hehe.

Setelah selesai wawancara, saya dan peserta lain menunggu hasil dulu sampai sore nya karena hasil wawancara langsung diumumin sore itu juga. Sadis gak. Tambah lagi waktu itu lagi hujan2 badai gitu bertambahlah dramanya menunggu hasil wawancara. Sembari duduk2 di lobby HQ Pertamina, ponsel saya berdering, nomor tidak dikenal, eh ternyata HR Pertamina yang ruangannya berada di gedung sebelah menelpon menyatakan bahwa saya lanjut ke tahap selanjutnya yaitu Medical Checkup 2 hari lagi.

6. Medical Checkup
Tepat 2 hari setelah pengumuman, saya datang lagi ke Jakarta untuk melakukan MedCheck di klinik pertamina. yaa, Medical checkup komplit seperti perusahaan2 lain juga. Standar lah medcek lah ya. Setelah melakukan medcek diberitahu bahwa ada satu tahap lagi dan akan diberitahu 2 minggu kemudian.

Beberapa minggu berlalu, akhirnya saya mendapatkan email bahwa saya lolos ke tahap terakhir, tahap yang paling menentukan apakah nanti bekerja di pertamina atau tidak.

7. Wawancara Top Management
 

Sesuai dengan judulnya, yang mewawancara kita adalah Top Management Pertamina (Persero). Waktu itu saya diwawancari oleh salah seorang Vice President di direktorat saya akan bekerja nanti. Disini kita harus berpakaian rapi, pakai jas, rambut jangan berantakan di sisir sampe rapi, dll..

Nah pada wawancara ini mungkin petinggi2 yang akan mempekerjakan kita nanti ingin tahu nih, orang yang akan diperkerjakannya seperti apa. Mungkin kalo saya menilai lebih ke arah manner ya, bagaimana bersikap, berbicara, dan berpikir. Namun, jangan salah, malah disini saya ditanya pertanyaan teknis keterkaitan sensoring, GPS, dan sistem2 lainnya yang ada kaitannya dengan proses bisnis Pertamina. yaa kalo pertanyaannya kaya gini bagaimana jawaban kita aja kali ya, dengan melihat personality dari lawan bicara kita, kita harus tau bagaimana bungkusan jawaban kita beserta delivery-nya yang cocok dengan pewawancara, bukan jawaban yang terbaik ya, tapi jawaban yang pas dengan pewawancara.

Nah, seminggu berlalu, akhirnya saya menerima email bahwa saya berhak mengikuti program Bimbingan Profesi Sarjana (BPS) PT Pertamina (Persero).
Capture
Program pendidikannya akan dilaksanakan pada awal Januari 2015. Akhirnya status job seeker resmi ditanggalkan. Ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan juga selama mengikuti rekrutmen BPS Pertamina.
  • Kalau dihitung-hitung lamanya proses rekruitmen BPS Pertamina yang saya jalankan ini sekitaran 3-4 bulan-an. Lumayan lama sih, tapi yang penting sabar aja.
  • Pertamina biasa mengabarkan kelulusan untuk masing-masing tahap rekrutmen satu hari sebelum tes-nya bahkan saya dikabarkan untuk lanjut ke tes selanjutnya malam hari padahal tes nya harus dilakukan besok. Jadi siap2kan diri, he.
  • Siapkan kelengkapan tes dari awal biar nanti ketika disuruh bawa dokumen macem2 kita sudah mempersiapkan dari awal, waktu itu saya belum punya SK Bebas Narkoba padahal baru dikabari sorenya kalo besok harus dibawa pas interview. Kocar kacir deh cari klinik yang bisa ngeluarin SK nya malem2 hari gitu. ūüė¶
  • Jangan fokus rekrutmen Pertamina saja, daftar juga perusahaan yang lain.
  • Berdoa kepada yang Maha Kuasa jangan lupa, itu paling utama.

Sembari mengingat, sehari sebelum saya menginjakan kaki di Kota Bandung, sepupu saya (anak dari kakaknya Ibu) bertanya kenapa saya mengambil kuliah teknik ketimbang masuk kedokteran idaman para emak-emak dan bapak-bapak se-kampung, dan saya menjawab.

Emang kalo kuliah teknik nanti bakal kerja dimana?” Kata anak dari saudara ibu saya, “Yaa, kalo di kuliah teknik sih salah satunya nanti saya bisa kerja di Pertamina”.

Mungkin kata orang sih, kata-kata adalah doa itu benar adanya. apa niat yang tercetus pertama kali didalam pikiran, mungkin saja akan terjadi di masa yang akan datang seberapapun kamu berkeinginan hal itu tidak akan terjadi. he.

Untuk teman2 yang masih belum dapat pekerjaan, jangan putus asa, selalu berusaha dan berdoa. Sebenarnya ketika menganggur itulah kita bisa menghabiskan waktu yang kosong untuk beribadah lebih giat dan mendekatkan diri ke Allah Yang Maha Memberi. Okay then, semoga tulisan ini ada sedikit manfaat bagi pembaca semua.
***
Harsa, Dwi, and I (Electrical Eng. ITB ’10): Pertama kali menjalani pendidikan BPS di PCU
BPS Pemasaran: site visit ke TBBM Surabaya Group
Advertisements

Power Supply with Self Set Timer

keadaan awal1
Power Supply with Self Set Timer

Ponsel merupakan sebuah alat atau teknologi yang sungguh dekat dengan kehidupan kita pada zaman sekarang ini, hampir setiap orang baik dewasa ataupun anak-anak memiliki setidaknya satu ponsel, ya setidaknya, karena banyak juga yang memiliki lebih dari satu, misal dua, tiga, dst, salah satunya saya sendiri, saya membekali diri saya dengan dua ponsel.

Ponsel memang sudah bukan teknologi yang super mahal, sekarang banyak sekali ponsel-ponsel canggih berkualitas bagus namun dengan harga yang murah, walaupun begitu, tetap saja, yang namanya sebuah alat, mesin, teknologi, atau apalah namanya, pasti tentu butuh perawatan dan penggunaan yang baik agar benda tersebut bisa awet dan tahan lama. Salah satu hal yang perlu diperhatikan/ dijaga adalah kondisi baterai dari ponsel tersebut. Keawetan baterai menjadikan salah satu faktor yang perlu perawatan yang baik, apalagi baterai original. Bayangkan, ketika asyik menelpon orang tersayang, eh baru 5 menit baterai sudah memberikan warning saja kalau akan habis, panggilan penting dari client mendadak, eh tiba-tiba ponsel sudah mati saja. ga enak kan.

Salah satu perawatan yang perlu diperhatikan adalah ketika kita charging baterai. Sering kali kita lupa bahwa ponsel kita sedang charging dan sudah full-charge namun tidak kunjung dicabut juga dengan alasan ketiduran, lupa, dll charging sampai berjam-jam, alhasil hal itu dapat merusak kondisi baterai kita dan menjadi gembung, buncit istilah anak2 sekarang.. Memang, banyak yang jual baterai pengganti, tapi kebanyakan baterai pengganti pun mudah rusak, sehingga menjaga kondisi baterai original perlu juga diperhatikan sehingga dapat dijaga keawetannya.

Trus apa solusinya dong? 

Namanya¬†“Power supply with self set timer”,¬†atau dalam bahasa indonesianya penyuplai daya dengan pengaturan waktu sendiri. Lupa juga kenapa dipilih nama ini, yang jelas tujuan dari alat ini adalah supply daya yang kita lakukan ke peralatan elektronik kita dapat diatur waktunya sesuai dengan keinginan kita.¬†Walaupun zaman sekarang baterai Li-ion sudah banyak yang bagus dan adaptor yang diberikan juga sudah bagus, but¬†hey it’s worth knowing, right?

 Gimana cara bikinnya cuy?
Untuk alatnya sendiri saya membagi menjadi dua, yaitu:
* SisMin: Sebagai otak dari pengaturan waktu, kendali dari semua sistem. Terdiri dari:
ATMEGA sebagai processor coded by C language with winAVR,
Keypad sebagi input user,
LCD sebagai monitor,
LED sebagai indikator,
LM7805 sebagai DC-DC coverter (~5 Volt),

Adaptor/ Baterai sebagai sumber daya sismin,

SisMin dengan Atmega
SisMin dengan Atmega
* Power Supply: Sebagai sumber daya. Terdiri dari:
Terminal listrik 2 socket or more, mau yang gaya juga boleh [pilih model terserah asal ada yang bisa dicolokin kesana, bebas sih ini, dibikin sendiri kayak socket yang langsung nempel dinding lebih bagus lagi],
Relay sebagai saklar arus AC diterminal,
Transistor BJT sebagai switching yang akan mengendalikan relay,

Diode sebagai pengaman dan penstabil tegangan,

Terminal/ Socket
Terminal/ Socket

Berapa biaya yang dikeluarkan tuh?
Semua murah meriah ga butuh duit banyak, kalo mau hitung sendiri monggo silahkan, tapi kalo saya tidak mengeluarkan uang banyak. Sismin bisa minjem, terminal jala-jala pake bekas kosan, tinggal beli kompenen elektronik sedikit saja, I can say less than 20k. he. Kalo mau lebih bagus beli komponen yang SMD biar lebih kecil dan lebih compact..

Nah, cara kerjanya?

Terminal terdiri dari dua socket dan masing-masing akan diatur waktu lamanya dapat dialiri arus jala-jala/ AC sampai akhirnya otomatis mati. ATMEGA coded by C language with AVR sesuai dengan fungsi yang kita butuhkan pada sistem.

 * Cara kerja software:
1. User akan memilih kondisi (MODE) apa yang diinginkan. Disini dibagi mejadi 4 MODE, MODE1: Socket1 dan Socket2 aktif, MODE2: Socket1 aktif, MODE3: Socket2 aktif, MODE4: Nonaktif.
2. User akan mengatur berapa lama masing-masing socket yang dipilih untuk aktif, input berupa HOUR, MINUTE, SEC yang berasal dari keypad 4×4 yang kita gunakan.
3. Semua input yang dimasukan akan ditampilkan pada LCD 16×2 yang telah terpasang pada sistem minimum.
4. klik START sehingga sistem akan mulai.
5. Apabila user menggunakan MODE2 dan MODE3 atau berada pada keadaan MODE2 dan MODE3 maka user bisa masuk ke kondisi SETTING dimana user dapat mengaktifkan lagi socket yang non-aktif tadi sehingga bisa masuk ke MODE1 lagi.

6. Program akan berjalan sampai waktu dikedua socket habis, dan akhirnya kedua socket akan mati walau terminal masih dialiri arus.

Untuk program tergantung kreativitas programmer, tergantung kebutuhan saja. Gampang banget kok sama kaya bikin timer, very basic microcontroller system.

* Cara kerja hardware:

Pada program dibuat bahwa ketika masing-masing socket diaktifkan, maka disalah satu port pada Atmega akan aktif (Logika 1, High) sehingga akan dialiri oleh arus ~5V ( bisa dicek dengan osciloscope). Port Atmega tadi tersambung dengan transistor BJT yang terpasang. Tansistor BJT berfungsi sebagai switch dimana mengatur tegangan keluaran yang dapat membuat Relay (Switching pada Jala-jala/ arus AC) dapat menyambung arus pada jala-jala/ arus AC. Apabila Atmega memberikan sinyal high (Logika 1) dari port output ke Base Transistor, sehingga menjadikan Tegangan Collector akan sama dengan Tegangan Emitter (bertindak sebagai ground ~0V) sehingga Relay yang terpasang diantara Vcc (~5V) dengan Tegangan Collector kasarnya akan dialiri arus dan membuat Relay tertutup (menjadi Switch ON) sehingga socket akan menyala/ dialiri arus. Sebaliknya, apabila Atmega memberikan sinyal low (Logika 0) dari port output ke Base Transistor, sehingga menjadikan Tegangan Collector akan sama dengan Vcc ( ~5V) sehingga Relay yang terpasang diantara Vcc (~5V) dengan Tegangan Collector kasarnya tidak akan dialiri arus dan membuat Relay terbuka (menjadi Switch OFF) sehingga socket akan tidak menyala/ tidak dialiri arus.

***

 Gitu. Gampang kok. hehe. Sehingga walau kelupaan karena ketiduran, atau lagi jalan keluar namun ponsel masih nge-charge maka kita bisa ngatur sendiri lo lamanya ngecas jadi ga usah takut baterai cepat buncit. Huge thanks to my buddy Indra Cip for helping me with this kind of project, thanks anyway. #EngineerForever